Berlainan betul dengan adik-adik dan ibumu”, kata Tante Ratih selagi dia menyendok nasi ke piring.Aku sulit mencari jawaban karena sebenarnya aku tidak pendiam. Satu kali aku baru pulang dari latihan sepakbola, saat membuka pintu kudapati Tante Ratih lagi bergunjing dengan ibuku. Bokep abg Karena itu pelan-pelan aku turun dari ranjang terus ke kamar mandi.Aku sedang membasuh muka dan kumur-kumur sewaktu Tante Ratih mengetok pintu kamar mandi. Hanya itulah yang bisa kubanggakan, tak ada yang lain.Tampang jelek muka bersegi, tinggi kurus dan hitam ini sangat mengganggu aku, karena aku sebenarnya ingin sekali punya pacar. Tanyaku dalam hati. Dalam hati aku melonjak-lonjak kegirangan. Dan sebentar kemudian Tante kembali membawa gelas berisi air putih.Dan kami duduk bersisian di pinggir ranjang.“Enak sekali Tante”, bisikku dekat telinganya.“Telor mentah dan madu lebah?”, tanyanya.“Bukan. Dan ini menjadi akar masalah pada kehidupan remajaku. Saya sudah mengantuk sekali.”“Tante takut tidur dalam gelap Dit”.“Gimana kalau saya temani Tante supaya tidak takut?”, aku sendiri terkejut dengan kata-kata yang keluar dari mulutku, mungkin karena sudah




















