Seperempat jam juga selesai.Pada saat itulah kenekadanku timbul. Bokep Jepang dengan tegas kujawab, Belum. Sebagai anak yang tak tahu diri. Ia menyambutku dengan senyum ketika aku menghampiri tempat tidur dan melompat ke atasnya…menerkam tubuh bugil ibu tiriku dengan birahi meluap-luap.Buka dulu dong baju dan celanamu, sayang, bisik Mama sambil mencolek hidungku. Dia sering bilang, Buat apa aku punya anak? Dinding itu hanya setinggi 2 meter. Nanti ketahuan Bapak atau Ibu, pasti Den Toni dimarahi.Hormat saya,NiningBatinku terpukul sekali setelah membaca surat itu. Lalu semua lampu di ruang depan kumatikan. Bisa saja aku memanjat ke atas bak mandi, tapi kepalaku akan kelihatan dari sebrang sana, takut malah Mama marah nanti.Aku jadi seperti orang linglung. Tapi bibirnya itu… tersenyum lagi… !Sudah lama aku ingin mendapat kesempatan ini, Mam.Ntar…mama pengen pipis dulu, kata ibu tiriku sambil mengeluarkan tanganku dari dasternya, kemudian bangkit dari kursi kerjanya dan melangkah ke arah toilet.Aku jadi dag-dig-dug menantikan detik-detik mendebarkan ini.Keluar dari toilet, Mama tidak duduk di belakang meja kerjanya lagi.




















