Aku merasa sedih sekali dengan kepergiannya. Tapi rasanya buah dada Mama lebih kencang dan padat.Mama diam saja. Bokepindo Itu adalah kamar mandi keluarga. Sejauh itu aku dan Mbak Ning bisa merahasiakannya. Maka kunikmati pemandangan indah itu, tentang sepasang kaki yang mulus dan putih, tentang kemaluan wanita yang berbulu sangat lebat dan…ah…aku tak sabar lagi…langsung saja kuserudukkan wajahku ke bawah perut ibu tiriku. Ia ingin agar aku mengeditnya, supaya bahasanya lebih tertib. Seperempat jam juga selesai.Pada saat itulah kenekadanku timbul. Aku jadi semakin berani. Lalu entah dari mana datangnya keinginan gila ini. Tapi yang jelas ia memperlakukanku sebagai anaknya sendiri. Langsing, berkulit putih bersih dan memiliki deretan gigi yang rapi. Menyelinap ke balik celana dalamku. Sudah keras pula… Mama melotot tapi lalu tersenyum penuh arti. Sehingga kini kedua buah dada Mama berada di dalam genggamanku.Kamu anak nakal. Buah dada Mama tidak sebesar buah dada Mbak Ning.











