Tapi kondisi rumah sepertinya terlihat sepi, akhirnya aku beranikan untuk coba mengetuk pintu. Bokep indo Berantakan sekali, dari meja bekas, kulkas tak terpakai, drum, beberapa lukisan, dan entah barang apa yang ada dalam kardus penuh dengan debu, bau kotoran tikus pun menyengat, kamar ini benar-benar tak terurus. Merasa sudah aman, Mamat pun menyalakan lampu dan keluar dari kamar untuk menguras harta di kamar pertama. Aku menembaknya untuk menjadi pacarku, walau sedikit pesimis, aku sudah siap menerima segala jawaban dari Rianti. Aku merasa hidup ini sangat fana. Dalam perjalanan aku malah mengajak Mamat ke sebuah cafe remang-remang, aku mau merilekskan pikiranku dulu.“DASAR CEWEK MATREEEE!!!!….” teriakku di bawah pengaruh alkohol. Rumahnya memang tidak begitu besar, kami harus mencari penghuninya dulu untuk dilumpuhkan agar kami lebih mudah mengais hartanya. Aku hanya terdiam dan kemudian berkata, “Ah, lupakan… Aku cuma bercanda kok….” aku tersenyum lebar agar Rianti tidak marah denganku.




















