Dengan tangan kananku, kupelintir puting susunya yang sebelah kiri dan mulutku kini menggigit halus puting kanannya. Ia mulai kedinginan dan mendekapkan kedua tangannya di dadanya.“Dingin?” tanyaku.Titin hanya mengangguk saja. Bokep Kamu nakal sekali”.Aku tidak menghiraukannya. Lagian kalau dua orang berbeda jenis masuk ke hotel ngapain?” pancingku.“Tidur aja. Kamu mau berikan kehangatan?”Rasanya terbalik pertanyaan itu. Malam ini masih panjang. Mereka bicara dengan suara keras dan nada tinggi seperti sedang memperdebatkan sesuatu. Aku hanya menatap Titin dan ternyata dia cuek aja dengan tawaran GM tadi.Dinginnya udara Puncak mulai terasa. Katanya tungguin nanti malam di Wartel sini agar bisa selesai. Aku mulai tertarik dan memperhatikan mereka. Eh dia belum puas dan telpon ke kantor. Aku masuk lagi ke dalam kamar. Setelah napasnya pulih ia naik ke atas tubuhku dan mulai mencium bibir, leher dan telingaku. Seharian kuhabiskan dengan tidur-tiduran. Ia membuka kancing bajuku dan melepasnya. Kuciumi senti demi senti tubuh mulusnya. Oohh”.“Tunggu sebentar. Saya teh sudah nggak ada nafsu makan dan lagian masih kenyang,” katanya




















