Ciut. Bokep Cina Lihat saja ia sudah separuh berlutut mengarahpada Junior. Hariitu memang masih pagi, baru pukul 11.00 siang, belumada yang datang, baru aku saja. ujar suara wanita muda yang kemarinmenuntunku menuju ruang pijat.Ya.Lalu aku menuju ruang yang kemarin. katanya.Halo..? Ya sekarang..! Lalu pijitan turun ke bawah. Betulkan, ia tidak akan datang begitu saja.Badannya berbalik lalu melangkah. Duduk di tepi dipan. Dadaku tibatiba berdegupdegup.Bang, Bang kiri Bang..!Semua penumpang menoleh ke arahku. Akumembayangkan dapat menjepitnya di sini. Ah segar. Aku tidak tahan. Seakan sengaja memainkan SiJunior. Ia tersenyum melihatku.Maaf Mas, sapu tangan saya ketinggalan, katanya.Ia mencaricari. Iamenyenggol kepala juniorku. Namun, tibatibakeberanianku hilang. Aku tidak beranimenatap wajahnya. katanya.Kini ia tidak malumalu lagi menyelinapkan jemarinya kedalam celana dalamku. Ada sekatsekat,tidak tertutup sepenuhnya. Tapi sayagerah. Ah sialan. Keras sekali.Jangan cuma ditunjuk dong, dipegang boleh.Ia berdiri. Garis setrikaannyamasih terlihat. Wiendatang. Terganggu wanita muda yang diruang sebelah yang kadangkadang tanpa tujuan jelasbolakbalik ke ruang pijat.Dari jarak yang begitu dekat ini, aku jelas melihatwajahnya.




















