“kok dicabut sich?” protesnya. Aku harus merasakan keperawanan Vina. Bokep Barat Sengaja aku menutup pintu gerbang kost untuk mengesankan bahwa rumah dalam keadaan kosong, lampu luar pun sudah kunyalakan. Enak…” bisiknya di telingaku, pinggulnya mulai bergerak alami mengimbangi tusukan-tusukanku. Vina memandangku kemudian bertanya, “kamu punya selimut gak?” aku memberinya selimut tipis belang yang biasa digunakan di Rumah Sakit. Dia nampak sangat menikmati itu.Aku mencoba jalan terakhirku. Sambil duduk, aku sengaja memeluk pundak Vina sambil sesekali membelai rambutnya, Vina yang berada di sebelah kiriku dan awalnya membelakangi komputer tiba-tiba membalik badannya. Kami pun mulai fokus mengerjakan tugas kami, aku mencoba mengumpulkan data dan merangkai kata, kemudian Vina mengetiknya di komputer. Sampai ketika kami sama-sama lulus tahun 2005, dia kembali ke Makasar. “Peduli setan pacarnya polisi” pikirku. Sambil tetap menjilati leher dan telinganya, aku berbisik “enak Vin?” dia mengangguk lemah. Dia tersenyum, matanya sayu menatapku. Vina masih memejamkan matanya, “aaaggghhh….aaaghhhh…aaghhhhhhh..” desahnya pelan. Ternyata di bawah ada ibu RT sedang meminta biodata penghuni kost, karena itu




















