Ini kartu
namaku”, kata wanita itu sambil mengulurkan tangannya pada pria itu. Bokepindo Bicara saya jadi
ngawur”, kata pemuda itu terpatah-patah.”Oh nggak…, nggak apa-apa
kok, Do. “Teman Bapak sudah tiga puluh menit yang lalu pergi dari sini”, kata pelayan itu. “Ah kenapa itu yang aku pikirkan?”, serunya kemudian sambil berlalu dari ruangan itu. “Kamu kuat
sekali Edo, sanggup membuat ibu keluar sampai dua kali, kamu
benar-benar hebat dan pintar mainnya, ibu suka sekali sama kamu. “Bukankah dokter itu cantik sekali?”, ia berkata dalam hati. Sekarang saya tahu bagaimana nikmatnya bercinta”, jawab Edo
sekenanya sambil membalas ciuman dokter Miranti. Dan beberapa saat kemudian ia akhirnya
berteriak panjang meraih klimaks permainan. “Oh
aku benar-benar tak tahu kalau ia dokter yang sering menjadi perhatian
publik, begitu tampak cantik di mataku, meski sudah separuh baya, ia
masih tampak cantik”, benaknya berbicara sendiri. “Malam ini ibu ndak makan di rumah, nanti kalau tuan nelpon bilang saja ibu ada operasi di rumah sakit”.




















