Ternyata mau masuk ke terminal bekasi benar-benar macet dan sama sekali tidak beraturan, jadi kernet bis menyuruh penumpang yang tersisa untuk turun dan lewat jalan belakang agar lebih cepat sampai.Aku senang sekali mendengarnya, karena sejak di terminal serang aku harus menahan kencing, mana AC mobilnya dingin sekali, jadi aku benar-benar tersiksa selama perjalanan terutama sejak mulai masuk daerah Jakarta. Bokepindo Aku melirik ke arah dia sekali lagi dan kali ini dia membuat gerakan mengocok di kontolnya. Aku kemudian selesai dan kulirik kontolnya sekali lagi, saat itu ia juga menatapku. “Yah kalau kamu mau ikut aja” jawabnya. Penampilannya biasa aja, seperti kebanyakan anak muda yang suka ada di terminal. Arghh..” erang Arip tetap mempertahankan kecepatannya.Sekarang aku sudah tidak peduli lagi dengan temannya itu malahan terasa sangat merangsang ada orang lain di situ, aku kembali menikmati sodokan demi sodokan Arip selanjutnya.“Tadi siapa kesini wan?




















