Dia terlihat girang sekali memperoleh uang seribuan. Tapi tidak semua orang di jalan raya itu lucu. Bokep Jepang Dia punya usaha untuk hidup. Aku memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Tiap kali dia berkata begitu, dia selalu menyertakannya dengan merendahkan bahu. Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah. Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. Aku sudah terbiasa seperti ini. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri. Mereka juga mengeluarkan sebatang rokok. Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu. Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Aku kini mulai bingung. Anak laki-laki itu mengangguk saja. Dia punya usaha untuk hidup. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Aku yang bisa dikatakan sedikit menggigil memperhatikan mobil, motor, becak, andong, bajaj, hingga truk










