“Tahu nggak, aku paling nggak suka sama perempuan yang bilang tidak.”Jaket Hitam tertawa dan Kiani langsung melotot ngeri ketika dia merasakan ujung pentungan karet yang digenggam musuhnya mengelus-elus kemaluannya. “Ngentot itu enak…”“Hahaha!” Mauli tertawa. Bokep Jepang Perempuan itu bermake-up tebal, dengan eyeshadow biru dan lipstik merah terang. Dari luar kompleks itu mirip pabrik yang sudah ditinggalkan, namun sebenarnya sudah diketahui bahwa tempat itu dijadikan penampungan oleh sindikat perdagangan manusia. Lengannya terangkat ke atas; dia merasakan kedua pergelangan tangannya diikat dan ikatannya terhubung dengan sesuatu yang menggantung di atas depan kepalanya. Ketika menggeledah semua bangunan di kompleks, ditemukanlah satu ruangan dengan dinding-dinding cermin. Kedua bulatan mempesona itu menonjol dikelilingi bebatan sabuk kulit hitam, putingnya ditutup dua penutup yang ujungnya digantungi rumbai-rumbai yang ikut bergoyang seiring goyangan dada Kiani. 12 laki-laki bertubuh besar dan bertampang seram lalu mengerubungi Kiani.“Silakan dinikmati,” kata si Jaket Hitam yang lantas berbalik keluar dari kerumunan itu.Kiani hanya bisa memandang ketakutan selagi wajah-wajah seram dan bernafsu di sekelilingnya mendekat.




















