Suara kesakitan wanita itu terdengar mengerikan. “Gimana? Bokep Tapi aku juga horni banget. Dengan cengengesan dia mengajak aku masuk. Aku dibuat penasaran rasanya jika dibunuh oleh mereka untuk dijadikan makanan. Tapi memikirkan tak lama lagi aku akan dieksekusi di sini membuatku bergidik horni. Go! Di tengah rasa takut yang amat sangat aku justru merasa horni karena ulah tangan nakalnya. Mungkin di gudang atau bekas pabrik. Makin hari aku makin terangsang memikirkan kalau diriku menjadi santapan pak Jun dan teman-temannya. Teman-temannyapun mendengar perkataan pak Jun. Harus ku akui, aku sangat suka tubuhku dipuja-puja sampai mau dijilatin seperti itu. Bunuh aja Mita sekarang… mau Mita ambilin pisaunya??” tawarku.“Kamu jangan godain saya ya… beneran saya bunuh kamu nanti….”“Ayo ayo pak bunuh Mita… nih nih….” balasku sambil menengadahkan kepala menghadapkan leherku padanya, tanda bersedia disembelih sekarang olehnya.“Ya ampun kamu ini… saya beneran pengen bunuh kamu sekarang lho…”“Mita juga gak sabar kok dibunuh bapak, hihihi… Mita ambil pisaunya ya pak…” Aku lalu inisiatif mengambil pisau di dapur










