Tanpa terasa tangannya menyambar secangkir kopi panas, bibirnya manyun sementara pikirannya masih melayang nun jauh kedepan, ssssrruuuppphhhh….“Phuahhhh…!! Bokepindo hi hi hi, ih abang, bikin penasaran aja deh, bilang bangg, ayo bilang, muachhh.. Di bawah pancaran sinar lampu lima watt, mata Samsul melotot memperhatikan cairan merah itu, bau amis bercampur busuk membuat Samsul mual, perutnya seperti sedang dibalik-balik., hembusan angin dingin membuat tengkuk Samsul merinding hebat.“Bweee..Beebb beee beeeebbb…”Mata Samsul melotot lebar dan kemudian juling saat “sesuatu itu” membalikkan tubuhnya, “sesuatu itu menyerigai” saat berhadapan muka dengan-nya, Samsul termegap berusaha mengambil nafas, tubuhnya seakan membatu sedingin air es didalam kulkas, bulu kuduk dan bulu bulu di sekujur tubuh laki-laki itu mengacung ketakutan, lidahnya serasa kelu, sulit untuk berbicara apalagi untuk berteriak, kedua kakinya pun serasa dipaku di atas tanah, begitu berat sulit untuk digerakkan.“Heewuhh, heeewwuhh, Hooohhh, NGOHOH.




















