aaww.. Bokep Jilbab kita kerumah sakit ya” sambung Wilona.“Ah nggak usah kok cuma kena goresan kecil aja kok, nggak sampai ke tulang lagi, ini tinggal di perban aja, kalian tenagn aja, harusnya gua yang terima kasih pada kalian karna sudah tungguin aku”“Feri kamu masih anggap kami temanmu nggak sih? Tidak kuhiraukan lagi bahwa gadis ini sebenarnya adalah seniorku dan kuangkat kakak angkatku yang harus kuhormati, yang terpikir saat itu hanyalah nafsu yang makin membara.Mendadak kurasakan sebuah tangan dengan jari-jarinya yang lembut menggenggam batang penisku yang nganggur. emmhhh.. kalau mau duit aku ada tapi jangan gangguin temanku!” bentakku padanya.Rupanya mereka tidak terima dan si preman mengeluarkan pisau lipatnya dan menyerangku, aku menghindar dan menangkap pergelangan tangannya, ku pintir dengan jurus aikido yang kupelajari di SMA dulu.“Kalian berdua cepat lari dan masuk ke mobil, nanti aku akan susul kalian” kataku pada mereka sambil memberi kunci mobil pada Salsa, mereka pun segera lari dan masuk ke mobil dan kudengar mereka sudah menyalakan mobil tapi bukannya lari




















