Kini aku baru mulai memperhatikan badannya, memang bener2 putih mulus tanpa noda. Di kamar mandi kami mandi bersama, saling sabun, saling peluk. Bokep Jilbab curigaan deh kamu Na.. begitu berulang2. Aku mulai menciumi pinggung dan perutnya yang rata, sambil tanganku mulai melepas CD mini yang dipakainya. akhirnya aku ketemu ide, kebetulan salah satu client (perusahaan Oil & Gas) yang aku pegang mempunyai seorang purchasing cewek yang cantik tapi orangnya judes sekali cewek itu namanya Nana, single, beumur sekitar 22 tahun. Aku jadi terangsang dibuatnya. Dia rebah telentang pasrah dengan pandangan sayu menatapku yang sibuk membuka sepatu dan celana panjangku. dan dia juga melepas ikatan rambutnya. Hari Jum’at sore ini, aku ada jadwal meeting di kantor client-ku itu, dan setelah meeting aku sengaja mengunjungi mejanya. Sempit memang. Akhirnya aku mulai kasihan padanya. mulus bener.. Hai Nana, apa kabar? awalnya dia diam saja, tidak menolak tetapi juga tidak bereaksi. ah.. ahhhhhh.. Ah..ah.. Ada yang pengen aku omongin nih..” ucapku. Aku tanya lagi
”Kenapa nangis Na..?” akhirnya




















