“Pijatnya memang seluruh tubuh bu. Bikin aku nafsu deh.”, kata suamiku.“Iya dong. Bokepindo Kenikmatan yang belum pernah aku dapatkan. Saya mau pulang.”“Loh jangan pulang dong bu. Namun keduanya masih mengerjai vagina dan pantatku. Di halaman web tersebut, pengunjung yang tertarik diarahkan untuk mendaftar. Dingin.Tangan mereka mulai bekerja. Lagi-lagi.Dan aku akhirnya telanjang bulat di hadapan mereka. Ini si rambut hitam orangnya pendiam bertangan dingin.Mereka melumuri punggung dan kakiku dengan minyak. Ukurannya hampir menyamai penis milik si rambut hitam.“Jangan. Dengan Bu Ana ya?”“Iya, saya Ana.”“Baik ibu, silakan ikut saya.”Aku mengikutinya naik ke lantai 2.“Ibu silakan ganti pakaian dulu. Keduanya.Tanpa memberitahu, si rambut hitam melebarkan kakiku. Permisi.”Perempuan itu meninggalkanku sendirian.Aku terkejut ketika melihat pakaian yang aku terima untuk pijat. Namun kupikir itu tak mengapa, toh nanti therapist-nya juga perempuan. Beberapa kali aku mendesah.Tangan si pirang mulai jahil, ia melepas ikatan bra-ku. Aku semakin deg-degan.“Permisi ibu, kami mulai ya.”, kata si pirang.Si pirang dengan tangannya yang licin, memijat wajahku hingga leher.




















