Namun aku melihat tatapan mata liarnya yang seakan menyambut canda nakalku.Kami berjalan menuju mobilku, setelah menaruh belanjaan ke dalam bagasi aku mengajaknya makan dulu. Sungguh indah dan merangsang, terutama warna hitam di bagian tengahnya, membayangkannya saja aku sudah berkali-kali meneguk ludah.“Hmm.. Nonton video bokep Mbak, belanja juga?” sapaku. Wanita itu sudah menungguku di ruang tamu dengan secangkir teh hangat di atas meja. Mas Aldi, biasa belanja susu”, jawabnya dengan senyum menghiasi wajah sensualnya. Tak disangka di supermarket itu aku bertemu Vera tetangga hot ku dengan menggendong bayinya.Entah kenapa jantungku jadi berdegup keras, apalagi ketika kulihat pakaian Vera yang body-fit, baik kaos maupun roknya. Mungkin pengaruh dari bibirnya yang agak tebal dan matanya yang nakal. Lia tidak suka seperti itu, menurutnya kampungan dan seperti pelacur jalanan. Ternyata mandi di rumah ya? Kini wanita itu hanya mengenakan Bra dan CD yang berwarna orange dan transparan itu. “Masih salah, sudah lihat aja nih”, Vera membuka pengait Bra-nya, sehingga kedua buah montok itu serasa hampir mau jatuh.




















