Kami berangkat lagi, tapi celaka, rombongan di depan tidak nampak lagi, nah lo?! Dia merasakan nikmat yang luar biasa, lalu disuruhnya aku memasukkan jari tengahku ke dalam lubang ‘Ms. Bokep Jilbab Veggy’ itu tanpa rasa jijik pula. Acara liburan ini sebenarnya amat tidak didukung oleh cuaca. Anisa merangkulku, “Dingin” katanya, aku peluk saja dia erat-erat. Tak ada sahutan sedikitpun, yang terdengar hanya raungan monyet-monyet liar, suara burung, bahkan sesekali auman harimau. Aku jilati ‘Ms. Kami memadu janji, bahwa suatu saat nanti kami akan kembali ke tempat itu,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Penny’ku. basah semua, tolong pakein aku jeketmu dong?” pinta Anisa. Kami saling ganti posisi, Anisa meminta aku dibawah, dia diatas. Aku tersenyum saja. Pelukan kami semakin erat, seiring dengan kencangnya deras hujan yang dingin. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hanya makan mi instant dan makanan kaleng.




















