Aku tidak canggung lagi, karena memang sudah saling mengenal. Sedangkan Linda malah menggenggam dan meremas-remas, membuatku mendesis dan merintih dengan berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Bokep abg “Tidak…, tidak ada apa-apa, sahut Linda sambil merapihkan pakaiannya.Aku bangkit dan duduk di sisi pembaringan. “Siapa namanya?” tanya Tante Maya lagi. “Aku…, Apa yang harus kulakukan?” tanyaku tidak mengerti. Tapi Linda tidak manja dan bisa mandiri. “Aku…, Apa yang harus kulakukan?” tanyaku tidak mengerti. Ayo..”, ajak Linda setengah memaksa. Bahkan kepalaku terasa pening dan berdenyut menatap tubuh yang polos dan indah itu. Tidak ada yang istimewa. Linda melepaskan pagutannya dan menatapku, Seakan tidak percaya kalau aku sama sekali tidak bisa apa-apa.“Kenapa diam saja…?” tanya Linda merasa kecewa atau menyesal karena telah mencintai laki-laki sepertiku.Tapi tidak…, Linda tidak menampakkan kekecewaan atau penyesalan Justru dia mengembangkan senyuman yang begitu indah dan manis sekali. Bahkan dia langsung turun dari pembaringan, dan menyambar pakaiannya yang berserakan di lantai. “Aku mencintaimu”, sahut Linda agak ditekan nada suaranya. Di kampus, sebenarnya




















