Sesaat kemudian Lia menaruh tangannya ke belakang untuk melepaskan kaitan BH-nya. Bokepindo Doi merapatkan kedua pahanya agar kami tidak dapat melihat lagi vaginanya. Walau awalnya malu-malu, lama-lama sepertinya ia excited sendiri, posenya semakin seksi. Yang penting aku puas motretin doi dan yang paling penting lagi, di’sepongin’ doi. Aku jadi sangat bersemangat, tapi juga sedikit grogi saat berpandangan mata dengan Lia. Kamisolnya jadi agak turun hingga belahan buah dadanya kelihatan jelas. Aku memotret sambil mengamati kulitnya yang banyak terekspos dari leher, dada, punggung, paha. Aku melihat puting susunya tercetak di balik kain Kamisol-nya. Begitu klitorisnya kupilin-pilin, doi makin kelojotan seperti orang histeris, tampaknya doi orgasme. Emang sih si Ivan pernah bilang dia pernah ML dengan cewek ini. Lia kusuruh untuk tetap menungging. Lia mengangguk. Shot demi shot kuambil. Aku tidak menyangka ternyata cepat juga klimaksnya. Aku menyuruh Lia agak rebah di sofa, kemudian kedua lengannya kuangkat hingga posisinya memegang belakang kepalanya.Sambil pura-pura serius mengarahkan, aku melaba lagi, mengelus-elus kulitnya yang mulus.












