Tiba-tiba aku berada di dalam sebuah kamar dimana banyak foto-fotoku tertempel di dinding baik yang sedang foto dengan teman-temanku baik yang sedang sendirian. Bokepindo Aku menutup mataku karena entah kenapa aku menikmati dicumbu oleh Wawan. “dek Vina,, memek lo manteb banget,, seret’n sempit banget”. “nah, ini dia, si hantu, sini lo”. “emm,, sori nih Wan, tapi gue lagi gak mood punya cowok”, jawabku. Melihat payudaraku berguncang naik turun dengan indah sesuai irama tubuhku yang naik turun, Mbah Centeng gemes dan langsung menangkap kedua buah payudaraku dengan kedua tangannya dan meremasnya dengan lembut. Lalu dia menggerakkan hpnya di sekitar perutku. Aku menjatuhkan remote dan tersentak kaget melihat berita di channel yang kusaksikan. “ya dukunlah, emang lo kira apa?”. “nama saya Vina”. Kemudian, aku pergi ke salon sambil was-was, takut-takut ada hantu Wawan di kursi belakangku. Hantu Wawan pun langsung menghilang meninggalkan aku dan Mbah Centeng. “yah biasanya kan, dukun itu serem, catnya gelap, dekorasinya tengkorak, pokoknya yang kayak gitu deh”.




















