Dan yang membuatku semakin menyesal adalah aku tidak sempat melihat jenazahnya, karena telah dikuburkan di sebuah pemakaman umum di Jakarta. Bokep Dia adalah seorang koruptor dan tukang main perempuan! “Why are you crying…?” Jeanne mengusap setetes air mata yang menetes dari mataku saat bertanya kepadaku. Kucium kening Jeanne dan aku menarik napas panjang. Bahkan terkadang tak segan-segan menempeleng ibuku! Ayahku sering sekali memarahi ibuku di depan anak-anaknya. Aku memainkan sebuah lagu melalui denting piano. Malam itu (atau lebih tepatnya pagi dini hari) kulewati dengan makan bersama Jeanne (masakannya enak lho!) dan aku menginap di apartemennya.Pagi itu aku bangun dengan pikiran yang berkecamuk. Kulihat Jeanne sibuk menyiapkan makanan dan menata meja makan. Aku memainkan sebuah lagu melalui denting piano. Baru kuketahui bahwa dia adalah seorang mahasiswi dari jurusanku juga.Aku tersadar dari lamunanku saat Jeanne melepaskan pelukannya dan membalikkan badannya memunggungiku.




















