Tapi Rahma bersikap cuek saja, dan beberapa kali dia terlihat memandang tajam kearahku. Bokepindo Tanpa aku mengatakan sesuatu Rahma sudah menangis “Sudah Rahma..kamu jangan menagis..aku hanya tidak mau kamu ada di tempat itu..” Kataku.Kini dia berhenti dan bilang ” Sebenarnya saya juga tidak mau bekerja di tempat itu Pak..tapi keadaan yang membawa saya…” Aku memegang tangannya yang bergetar. Sebenarnya di sekolah salah satu faforit itu.Sebenarnya aku mendapat julukan yakni pak Cakep di sekolah dan hal itu membuat ku malu pada sesama guru di sana. Rahma memegang erat pada lenganku bahkan sampai-sampai dia cakar lengan dan tubuhku.Aku pikir dia kesakitan sambil menggoyangnya akupun bilang ” Kenapa Sayang..ka..mu..ke..sa..kitan…” Rahma menatapku dan tersenyum “Ti..dak…pak…nik..mat..ayo…te..rus..pak” Mendengar permintaanya aku langsung semakin cepat menggoyangnya, dan semakin lama semakin membuatnya menggelinjang bahkan kini dia mencakar punggungku.Entah karena terlalu bernafsu atau segera ingin mengakhiri, akhirnya aku mengejang dengan penuh pengertian Rahma mendekap tubuhku dengan sambil menggoyang pantatnya di bawah pantatku ” OOuugghh….ooouugghh…rah..ma..aku..nggak..kuat..sa..yang..” Muncratlah sperma yang begitu kental dari dalam kontolku.




















