Mengapa kancing baju cuma tujuh?Hah, aku ada ide: toh masih ada kancing di bagian lengan, kalau belum cukup kancing Bapak-bapak di sebelahku juga bisa. Bokepindo Ada sekat-sekat, tidak tertutup sepenuhnya. Lalu ia mengolesi dadaku dengan cream. Lalu memegang pahaku, “Yang mana..?”Yes..! Ia tersenyum ramah. Aku menyesal mengutuk ibu ketika pergi. Tunggu apa lagi. Lha wong Mbak Wien menutupi wajahnya begitu. Ah.., wanita yang lehernya berkeringat itu begitu besar mengubah keberanianku.“Buka bajunya, celananya juga,” ujar wanita tadi manja menggoda, “Nih pake celana ini..!”Aku disodorkan celana pantai tapi lebih pendek lagi. Baunya memang agak lain, tetapi mampu membuat seorang bujang menerawang hingga jauh ke alam yang belum pernah ia rasakan.“Dik.., jangan dibuka lebar. Aku tahu di mana ruangannya. Atau kesialan, karena ia masih mengangkat tabloid menutupi wajah? Ah.., selangkanganku disentuh lagi, diremas, lalu ia menjamah betisku, dan selesai.Ia berlalu ke ruangan sebelah setelah membereskan cream. Sudahlah. Kemudian menyerahkan celana pantai.“Mbak Wien, pasien menunggu,” katanya.Majalah lagi, ah tidak aku harus bicara padanya.




















