udah Om..!” kataku lirih.Dia pun menoleh ke atas memandang wajahku dan bukannya menjauh malah meletakkan kain lap tadi di sampingku dan mendekatkan kembali wajahnya ke wajahku dan tersenyum sambil mengelus rambutku.“Kamu cantik, Naya..” ujarnya lembut.Aku jadi tertunduk malu tapi tangannya mengangkat daguku dan malahan menciumku tepat di bibir. Memang kalau sudah begini biasanya keluar kata-kata kasar dari mulutku dan ternyata itu membuat Om Andi semakin nafsu saja.“Awwh.. Bokep Masturbasi Om.. ngentott.. Memang kalau sudah begini biasanya keluar kata-kata kasar dari mulutku dan ternyata itu membuat Om Andi semakin nafsu saja.“Awwh.. puterr..!” rintihku dan Om Andi serta merta meremas putingku lebih keras lagi dan tangan satunya bergerak mencari klitorisku.Kedua tanganku berpegang pada ujung meja dan kepalaku menoleh ke belakang melihat Om Andi yang sedang merem melek keenakan. Usiaku masih muda dimana yang ke 18 tahun dengan tinggi 169 cm berat 53 kg dan kulit putihku yang halus, perkenalkan namaku Naya, kebanyakan di keluargaku mempunyai badan yang ramping ramping dan seksi jadi aku juga tidak










