Aku merasa sudah tidak tahan lagi. Uang kita bagai setumpuk kertas gurauan dengan angka nol berderet-deret.Pukul 2 lewat. Bokep Live Aku tidak tahu namanya, menurutku itu daster.Tampak dewasa sekali ia. Entah mengapa rasanya lain sekali tubuhnya malam itu. Sampai jam 5 sore, waktu karibku menelpon aku malah buat janji dengannya untuk clubbing di Zanzibar. Ataukah memang Love is Blind.Singkat cerita kami berempat dengan teman-temanku ke Zanzibar. Entah aku yang terlalu cerdik atau dia yang terlalu tolol. Kami keluar di jalan Sunda terus menuju Thamrin. Mobil itu penuh dengan manusia. “Lo bawa mobil?” Ia menatapku cemas. Hanya beberapa kalimat “Black Label double” pernah kuucapkan sebagai komunikasi nyata antara aku dengannya.Malam itu malam minggu. Terus terang hal terakhir yang kubutuhkan saat ini adalah berbicara dengannya. 15 menit dan ia telah duduk kembali di mejanya.Pukul 12.00 waktu makan siang. Mungkin a quicky morning akan melupakan Felly.




















