Aku masih cuek dengan keadaan sekelilingku tapi Indah agak gelisah dan mengeluhkan ajakanku ke kafetaria. Nonton video bokep “Pingin tahu rasanya?”, tanyanya dengan senyum menggoda dan menuju ke arahku. Mengantisipasi cubitannya yg menyakitkan, kedua tangannya kutangkap dengan cepat. pasti belum, kalau tidur kamu kok kuat sekali!”, omelnya. Dalam posisi berjongkok didepanku ia berusaha melepas celana dalamnya. kamu nggak pernah bisa diajak serius”, keluhnya dengan muka masam. “Tadi malam tangan kiri, sekarang kanan, Mbak kok suka sekali nyubit sih!”, keluhku. Kepuasan yg kuperoleh mengantarkanku pada dunia mimpi. “Ya ampun Zainal, kamu baru bangun!”, teriak Indah. Kepuasan yg kuperoleh mengantarkanku pada dunia mimpi. “Oh ya Zainal, karena besok kamu sudah mulai bekerja, nanti malam aku akan menginap di Banjar Baru agar tdk mengganggumu. Setiap hal penting yg muncul dari bayanganku kutulis dalam jurnal. “Tumben Zainal tidurmu sebentar, bangunmu pagi sekali ya, aku sempat melihatmu sibuk tapi karena masih ngantuk jadi aku pilih tidur lagi aja daripada membantumu”, komentarnya.




















