Nikmat sekali rasanya dijepit buah dada gadis ABG semanis dia. Bokep Jangan bohong lho janji Bapak..” ujar Dian saat kami telah meluncur kembali di dalam mobilku. Dia bekerja di salon tersebut sambil mencari-cari kerja yang lain yang lebih baik.Singkat kata, aku tawarkan dia untuk melamar di perusahaanku. “Mari dicuci dulu Pak” Anggi menyilahkanku ke tempat cuci.Tak lama pegawai salon yang akan merawat rambutkupun datang. Memang cuma ada Noni resepsionis di kantorku, sehingga aku merasa perlu untuk menambah satu lagi. Dengan tubuh yang mungil, buah dadanya tampak menonjol sekali dibalik seragamnya yang berwarna hitam itu.Perawatanpun dimulai. Ternyata dia baru lulus SMA dan berusia 18 tahun lebih sedikit. Ingin rasanya cepat sampai di apartemanku setelah hari yang melelahkan ini. Tampak vaginanya yang bersih tak berbulu seperti menantang untuk digenjot kemaluanku.Tanganku meraba-raba vaginanya dan tak lama menemukan klitorisnya. Mulutnya tampak penuh sesak ketika ia menghisapi kemaluanku.Setelah puas menikmati hangatnya mulut Dian, aku kembali gemas melihat buah dadanya yang membusung itu.




















