Aku pegangin belahan pantat Dhea dekat dengan selangkanganku waktu aku menyemburkan spermaku ke rahim Dhea yang menerimanya dengan tatapan mata panik. Bokepindo Dhea semakin histeris sekarang. Dhea tetap diam tidak bergerak, terengah-engah. Terasa basah. Dan aku mulai gila. Dia ternyata tidak basah sama sekali. Dia terbatuk-batuk. Aku gerakkan penisku maju mundur beberapa kali dan mengarahkan penisku lagi, tegang seperti tongkat kayu. Rencanaku akan kuperkosa Dhea sementara orang tuanya tidur di kamar mereka. Aku masukkan lagi penisku ke vagina Dhea tanpa kesulitan, karena penisku sudah seluruhnya dilumuri darah perawan Dhea.Aku masukkan dari belakang sebelum Dhea sempat meronta, aku pegangin pinggulnya sementara aku terus mendorong sekuat tenaga. Dhea semakin histeris sekarang. Aku berpikir untuk kembali dan menculik Dhea serta mengajak beberapa orang temanku untuk mencicipinya. Dia terbatuk-batuk. “Bukan gitu sayang, lo musti buka lebih lebar lagi..”
Aku tekan penisku di belahan vaginanya yang masih mungil.




















