Sudah 2 tahun aku bekerja di perusahaan swasta ini. Bokep aku diam aja dan hup.bibirnya menyentuh bibirku. Bu Monic sebentar menarik bibirnya dan menyeka lipstik merahnya dgn tisu. Kami berpelukan dan berciuman lagi. Huuffftt mana mungkin Bu Monic mau tidur dgnku. ohh indahnya.Usai mandi bersama kamipun memesan makan. Kalau karyawan lain ketakutan dipanggil menghadap sama Bu Monic, aku malah selalu berharap dipanggil. Sesekali kusampirkan kakinya ke pundakku. Aku masih gugup.“Nggak usah gugup gitu dong”, ujar Bu Monic melihat tingkahku.“Aku sebetulnya nggak percaya dgn semua ini .aku nggak nygka bisa makan siang sana Ibu seperti ini. Bu Monic hanya menurut dan menikmati apa yg kuberikan. “Maaf ya Zal aku berubah pikiran dgn mengajakmu makan di kamar. Pinggulnya juga mulai bereaksi dgn bergoyang melawan irama yg kuberikan. Sore hari dikantor seperti tdk ada kejadian apa-apa. Jari tengahku menyentuh klitorisnya dan mulai mengusap, basah. Penisku yg sedari tadi tegang kini seakan menunjukkan kehebatannya dgn berdiri tegak menantang Bu Monic.“Kamu ganteng Zal”, katanya seraya tanganya meraup




















