sshh…, masukin Toom…, masukin sekarang…, Ibu sudah pengiin banget Toom, Toomm…”, bisik ibuku tersengal-sengal. Aku minggir di tempat yang agak gelap. Bokep Jepang Kamu nekad saja…, masa’ orang ditindih sekuatnya”, katanya sambil memencet hidungku. Sebenarnya kaca mobilku juga sudah gelap, sehingga tidak takut ketahuan orang. Aku ciumi, kuraba, kuelus semuanya, dari bibirnya sampai pahanya yang mulus. sshh…, masukin Toom…, masukin sekarang…, Ibu sudah pengiin banget Toom, Toomm…”, bisik ibuku tersengal-sengal. Tangan kirinya memegang pantatku, menekan turun sedikit dan melepaskan tekanannya memberi komando penisku. Kalau mau tidur rasanya kok aneh juga, kok sendirian dan sepi, padahal biasanya ada istri di sisiku. Kami tumpahkan kerinduan kami. “Buu Tomy mau keluaar buu…, Aduuh buu.., enaak bangeet”. “Sudaah, sudaah, jangan nekad saja. Ayo nanti keburu malam”. “Ssh…, hiiya Toom, keluariin Toom, keluarin”. Ibu mertuaku memang bukan ibu kandung istriku, karena ibu kandung Riris telah meninggal dunia. Tiada kata-kata yang keluar, tidak dapat diwujudkan dalam kata-kata.




















