“Jalan aja yuk”.Aku ngajak Ikif keluar, cari taksi, menuju ke pub deket hotelku. “aku kan rutin minum jamu2an pasak bumi Kif, jadi kalo dah ngaceng susah banget rebahnya. Bokep toketnya kuremasa dan tangan satunya meraba selangkangannya. “Ya tau lah pak, natapnya aja tanpa kedip. aku gak mo kalah, toketnya yang baru numbuh pun kuremas pelan. Apalagi dia pinter banget ngegoyang pinggulnya mengiringi irama dangdut yg sedang dinyanyikannya.“Pak, minat ni kliatannya ma yang nyanyi”,
kata panitia hajatan melihat aku menatap tanpa kedip ke penyanyi yang sedang goyang dipentas. Aku mencium bibirnya dan dia membalas ciumanku. Hiburan malam itu adalah dangdutan, ya lumayan lah dalam hatiku berkata, dari pada suntuk terus capek di hotel. Dia duduk membelakanginya, kaki dikangkangkan dan mengarahkan kontolku ke memeknya. toket dan kontol menjadi sasaran, mulanya dielus, akhirnya diremes2. kontolku keras lagi karena terus saja diremas dan dikocoknya. toketnya langsung kuisep,“iisseepp pentilnya, om” desahnya.













