Marah yaa? Sepuluh menit setelah itu, Erik terlihat kejang sesaat sambil mengerang tertahan. Bokep Cina Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.“Ada apa Torian? Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku.” Aku masih terisak. Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. Dan aku bisa tahu apa yang terjadi di dalam sana. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua. Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.“Ada apa Torian? pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya. Aku berteriak. Aku takut dibenci. Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. Tak lama, Erik sudah habis melucuti pakaian wanita itu. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku.




















