Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. Bokep Dia terpelanting. Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya. Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah. Kita ke sana!” Salah satu anak berambut keriting mengajak anak laki-laki itu ke suatu tempat. Aku mematung di tempatku berdiri. Itu karena anak perempuan dalam mobil sedan itu terlihat ingin muntah, jadi dia membutuhkan kantong plastik hitam demi memuntahkan semua isi perutnya. Jika hujan, tidak ada yang lebih indah selain melihat orang-orang berpayung, melompati genangan air hingga terciprat dan sesekali mengenai pakaian mereka, lalu tiba-tiba ada suara tawa di bawah payung-payung itu. “Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Aku kini mulai bingung. Aku yakin sekali, orang tuanya sudah berhasil mendidiknya dengan ajaran agama. Beberapa di antara mereka malah lebih menakutkan daripada hantu-hantu yang bergentayangan di rumah-rumah tua.










