Aku membawa senampan sarapan dan kopi panas itu, kuletakkan di meja sebelah ranjang.Ah, memandang ranjang itu… kemarin aku membenamkan wajahku di sana, sementara penisnya terbenam di vaginaku… Aku tersenyum. Bokep Kak Edo bangkit, berdiri ke samping ranjang. Aku mens semalam, dan sekarang semuanya jadi kotor. Aku tersenyum, menyambutnya di hari yg baru.“Met pagi, tuan…”
“Met pagi…”
“Sarapan?”
“Ehm… ada kamu kan?”
“Kok ada saya?”
“Iya, saya mau sarapan kamu”
“Hihihi…. Keluar lagi. Tapi, kalau boleh, sekali ini, Biar saya melayani. Tapi sekarang, kalau boleh saya ingin melayani Kakak…” Aku mengangkat wajah.Menatap wajah tampan itu, menjadi Arjunaku dalam hidup. Menerobos. Mereka juga… pasti punya harapan untuk tuan, untuk… Kak Edo. Aku merasa seperti kena setrum, tdk bisa menahan erangan nikmat.Aku membenamkan wajahku di permukaan ranjang yg basah. Biarlah… jika waktu berlalu, entah kemana nasibku melaju. Mereka juga… pasti punya harapan untuk tuan, untuk… Kak Edo.




















