Eno datang mendekati Nirmala dengan mengendarai motornya. Seperti komplek lainnya, ada pos satpam dan portal sebelum masuk ke komplek, tapi kelihatannya satpamnya sedang tidak ada.Nirmala masuk ke daerah komplek itu dengan langkah gontai karena dia sudah sangat lemas. Bokepindo Bagus menyerang duluan, dia melayangkan tinju kanannya ke arah orang itu. nak Nirmala ngantuk?”. “saya baru dateng dari desa Mas,,”. “tapi kalau saya tinggal disini,,apa istri bapak gak apa-apa?”. Pak Dirman duduk lebih dulu, disusul Nirmala yang masih agak malu-malu duduk di meja makan. Nirmala merasa sedikit tenang melihat si abang pemilik warung kelihatannya tidak gentar menghadapi 3 orang preman itu. Manis, gurih, dan sedikit rasa asin tercampur dengan komposisi yang sangat pas sehingga Pak Dirman mengais-ngais sisa cairan vagina Nirmala hingga tak ada sisa setetes pun. “iya,,Mas,,ilang,,”. “oke bos,,”, jawab Bagus & Narjo maju mendekat ke orang itu.




















