Dan setiba di kamar, aku memeluk Tomo sambil mengucapkan terima kasih.“Terima kasih Tomo..aku sayang sekali sama Tomo..”Tomo pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius. Bokep Tomo sangatlah baik padaku. Aku nggak marah kok. Tapi, tidak saat ini. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Tomo. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Tomo. Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.Dia pun membungkukkan tubuhnya,“Hey, tukang ngintip cilik. Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil.Aku pun hanya bisa tertawa, aku pun menetujuinya. Tersenyum Tomo mengecup kepalaku sambil mengelusnya.“Maria, kamu adalah milikku seorang.. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Aku terlalu malu untuk memandang wajahnya.“Aku rasa, kamu sudah siap untuk permainan selanjutnya..”Tomo tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya.




















