Mereka kembali menciumi sekujur tubuh Karen. “Terima kasih ya…”, balas gadis remaja itu lalu meninggalkan kantor yang terlihat baru, dengan desain seperti studio photo.Nama gadis remaja itu adalah Karen, ia baru saja lulus sekolah dari tingkat atas, sebulan tidak mendapatkan kerja membuat ia terpaksa mengambil tawaran kerja dari Florensia. Bokepindo Kantor pemotretan, mereka bergerak dibilang pemotretan khusus majalah dewasa. “Hai semua…”, sapa Karen. Seperti dua ekor serigala yang memperebutkan mangsanya.Bosan dengan pelukan dan ciuman, kini mereka mengambil aksi lanjutan. “Mantap palak lu”, potong Florensia. Karen tidak pernah melakukan hal seperti ini. Seakan seperti hati pecah berlebur-lebur, Karen langsung menangis. “Lanjut dong sis…”, jawab Karen dengan gembira. “Eengg, saya belum punya pengalaman kerja di mana pun…”, kata Karen. Karen mulai resah, geli terasa baginya, ia belum pernah mengalami hal seperti ini. Yesi memilihkan bra dan celana dalam yang akan dipakai nantinya.“Ah, sis nakal”, teriak Karen karena kaget Yesi meremas susunya ketika akan dipakaikan bra. Uangnya hanya dihabiskan untuk foya-foya, belanja pakaian mahal, parfum




















